Kemarin pengertian amdal kali ini saya akan memberikan contoh
kasus amdal pada pertambangan. Kegiatan pertambangan yaitu suatu kegiatan untuk
mengambil bahan galian berharga dari lapisan bumi, Selama kurun waktu 50 tahun,
konsep dasar pengolahan relatif tidak berubah, yang berubah adalah skala
kegiatannya.
Mekanisasi peralatan
dan teknologi pertambangan telah menyebabkan skala pertambangan semakin besar
dan ekstraksi kadar rendahpun menjadi ekonomis sehingga semakin luas dan dalam
lapisan bumi yang harus digali. Ini menyebabkan kegiatan tambang menimbulkan
dampak lingkungan yang besar dan penting. Dampak besar dan penting itulah yang
selanjutnya dikaji didalam AMDAL.Kegiatan pertambangan selain menimbulkan
dampak lingkungan, jugamenimbulkan dampak sosial kompleks. Oleh sebab itu,
AMDAL suatu kegiatan pertambangan harus dapat menjawab dua tujuan pokok (World
Bank, 1998),
(1).Memastikan bahwa biaya lingkungan, sosial dan kesehatan
dipertimbangkandalam menentukan kelayakan ekonomi dan penentuan alternatif
kegiatan yangakan dipilih.
(2).Memastikan bahwa pengendalian, pengelolaan, pemantauan
sertalangkah-langkah perlindungan telah terintegrasi di dalam desain
danimplementasi proyek serta rencana penutupan tambang.”
Ruang Lingkup Kegiatan Pertambangan
Di dalam AMDAL akan dikaji dampak yang ditimbulkan dari
sutaukegiatan pada setiap tahapan, tahap-tahapan tersebut seperti tahap pra
konstruksi,konstruksi, operasi dan pasca operasi. Didalam pertambangan
tahapan-tahapan tersebut adalah:Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki
tahap-tahap kegiatansebagai berikut:
•Eksplorasi
•Ekstrasi
•Pembangunan infrastuktur, jalan akses dan sumber energi
•Pembangunan kamp kerja dan kawasan pemukiman
Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang wajib untuk melakukan AMDALdapat dilihat pada Lampiran PERMEN LH NO 11 tahun 2006 tentang JenisRencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan AnalisisMengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang wajib untuk melakukan AMDALdapat dilihat pada Lampiran PERMEN LH NO 11 tahun 2006 tentang JenisRencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan AnalisisMengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Dampak Penambangan Batu Bara Terhadap Kesehatan Masyarakat
Mekanisasi peralatan pertambangan telah menyebabkan skala
pertambangan semakin membesar. Perkembangan teknologi pengolahanmenyebabkan
ekstraksi bijih kadar rendah menjadi lebih ekonomis, sehinggasemakin luas dan
dalam lapisan bumi yang harus di gali. Hal ini menyebabkankegiatan tambang
menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar dan bersifat penting. US-EPA
(1995) telah melakukan studi tentang pengaruhkegiatan pertambangan terhadap
kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia pada 66 kegiatan pertambangan. Hasil
studi memperlihatkan bahwa pencemaranair permukaan dan air tanah merupakan
dampak lingkungan yang sering terjadiakibat kegiatan tersebut.Frekuensi
terjadinya dampak lingkungan dari 66 kegiatan pertambangan.
Catatan: Tidak termasuk pencemaran oleh emisi gas buang
yang keluar darialat pengendali pencemaran udara.United Nations Environment
Programme (UNEP, 1999)
menggolongkandampak-dampak yang timbul dari kegiatan
pertambangan sebagai berikut:
•Kerusakan habitat dan biodiversity pada lokasi
pertambangan
•Perlindungan ekosistem/habitat/biodiversity di sekitar
lokasi pertambangan.
•Perubahan landskap/gangguan visual/kehilangan penggunaan
lahan
•Stabilisasi site dan rehabilitasi
•Limbah tambang dan pembuangan tailing
•Kecelakaan/ terjadinya longsoran fasilitas tailing
•Peralatan yang tidak digunakan , limbah padat, limbah
rumah tangga
•Emisi Udara
•Debu
•Perubahan Iklim
•Konsumsi Energi
•Pelumpuran dan perubahan aliran sungai
•Buangan air limbah dan air asam tambang
•Perubahan air tanah dan kontaminasi
•Limbah B3 dan bahan kimia
•Pengelolaan bahan kimia, keamanan, dan pemaparan bahan
kimia ditempat kerja
•Kebisingan
•Radiasi
•Keselamatan dan kesehatan kerja
•Toksisitas logam berat
•Peninggalan budaya dan situs arkeologi
Kesehatan masyarakat dan pemukiman di sekitar
tambangPenambangan dapat menyebabkan kecelakaan-kecelakaan yang seriusseperti
kebakaran-kebakaran, ledakan-ledakan, atau lorong-lorong galian yangrubuh yang
dapat menimbulkan dampak pada orang-orang yang bermukim dikomunitas sekitar
tambang. Dampak dan bahaya yang mengancam kesehatanmasih juga dirasakan di
tempat-tempat bekas daerah yang pernah ditambang,karena orang-orang dapat
terpapar limbah tambang dan bahan-bahan kimia yangmasih melekat di tanah dan di
air.1.Gangguan Kesehatan yang Dialami Pekerja TambangGangguan-gangguan
kesehatan yang sering dialami oleh pekerja tambangdiantaranya :
a. Debu, tumpahan bahan kimia, asap-asap yang beracun,
logam-logam berat dan radiasi dapat meracuni penambang dan menyebabkangangguan
kesehatan sepanjang hidup mereka.
b. Mengangkat peralatan berat dan bekerja dengan posisi
tubuh yang janggal dapat menyebabkan luka-luka pada tangan, kaki, dan punggung.
c.Penggunaan bor batu dan mesin-mesin vibrasi dapat
menyebabkankerusakan pada urat syaraf serta peredaran darah, dan
dapatmenimbulkan kehilangan rasa, kemudian jika ada infeksi yang sangat
berbahaya seperti gangrene, bisa mengakibatkan kematian.
d.Bunyi yang keras dan konstan dari peralatan dapat
menyebabkanmasalah pendengaran, termasuk kehilangan pendengaran.
e.jam kerja yang lama di bawah tanah dengan cahaya yang
redup dapatmerusak penglihatan.
f. Bekerja di kondisi yang panas terik tanpa minum air
yang cukup dapatmenyebabkan stres kepanasan.
Gejala-gejala dari stres kepanasan berupa pusing-pusing,
lemah, dan detak jantung yang cepat, kehausanyang sangat, dan jatuh
pingsan.2.Gangguan Kesehatan yang Dialami Masyarakata.Udara yang tercemar
Penyakit paru-paru hitam (black lung diseases) disebabkan oleh debu batu bara
yang menyumbat paru-paru, menyebabkan masalah pernapasanyang sangat serius dan
permanen. Penambang-penambang batu bara bawahtanah, anak-anak dan
perempuan-perempuan yang bekerja memisahkan batudari batu bara, sering
mengalami penyakit paru-paru hitam ini.Debu dari pertambangan dapat membuat
sulit bernapas. Jumlah debuyang banyak menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan
dan membengkak.Tanda-tanda dari kerusakan paru-paru akibat terpapar debu antara
lain:
•napas pendek, batuk-batuk, napas yang berdesah
•batuk-batuk yang mengeluarkan dahak kuning atau hijau
(lender dari paru- paru)
•sakit leher
•kulit membiru dekat kuping atau bibir
•sakit dada
•tidak ada nafsu makan
•rasa lelah
b.Air yang tercemar
Pertambangan menggunakan air dalam jumlah yang banyak danmeninggalkan
sejumlah besar limbah yang mencemari sumber-sumber air dan orang-orang yang
bergantung pada pertambangan. Walaupun semuaoperasi tambang cenderung mencemari
air, namun kebanyakan masalahyang paling besar datang dari kegiatan
perusahaan-perusahaan besar. Air permukaan dan air tanah di lokasi-lokasi
tambang dapat tercemar selama bertahun-tahun kemudian. Karena air habis
digunakan, lahan dapatmengalami kekeringan dan tidak dapat digunakan untuk
pertanian ataumenggembala ternak. Kerusakan jangka panjang akibat air
yangterkontaminasi akan berakhir jauh lebih lama dibanding keuntunganekonomis
jangka pendek yang diperoleh dari kegiatan pertambangan.
c. Lahan dan tanah menjadi rusak
Rusaknya tanah akibat kegiatan pertambangan dapat
menyebabkantanah menjadi tidak subur sehingga tanaman menjadi sulit tumbuh
didaerah tersebut. Hal ini dapat berdampak pada terjadinya kesulitan pangandan
kelaparan.d.Masalah-masalah sosialPertambangan berdampak langsung pada
kesehatan, yakni ketikaorang-orang bekerja dengan kondisi yang berbahaya dan
terpapar oleh bahan-bahan kimia beracun. Di samping itu pertambangan juga
berdampak pada kondisi kesehatan melalui masalah-masalah sosial yang
dibawanya.Kota-kota dan perkampungan tambang terbentuk cepat, dengan sedikit
atautanpa perencanaan. Hal ini biasanya menimbulkan banyak masalah.
Oranglaki-laki berdatangan mencari pekerjaan di tambang, kaum perempuanyang
membutuhkan penghasilan menjadi pekerja seks, dan kombinasi inidapat menjadi
sumber yang dapat dengan cepat menyebarkan infeksiHIV/AIDS dan penyakit kelamin
menular lainnya. Kondisi mendadak kayadan mendadak miskin yang dibawa oleh
sektor pertambangan ini seringdiikuti oleh meningkatnya kekerasan terhadap
perempuan dan anak-anak,
perlakukan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemilik
tambangterhadap pekerja tambang dan perkelahian untuk memperebutkan hak
atassumberdaya. Banyak warga yang terpaksa meninggalkan komunitasmereka karena
alasan kekerasan atau karena merasa tidak mungkin lagi bisa hidup seperti saat
sebelum tambang dibuka.
Penanganan Penambangan
Untuk metoda penambangan bawah tanah (underground mining)
dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup agak terbatas. Yang perlu
diperhatikan dandiwaspadai adalah dampak pembuangan batuan samping
(countryrock/waste) dan air berlumpur hasil penirisan tambang (mine drainage).
Kecuali untuk metode ambrukan (caving method) yang dapat merusak bentang
alam(landscape) atau morfologi, karena terjadinya amblesan
(surfacesubsidence).Metoda penambangan bawah tanah yang dapat mengurangi
timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalah penambangan dengan “auger”
(auger mining),karena untuk pemberaiannya (loosening) tidak memakai bahan
peledak.Untuk menekan terhamburnya debu ke udara, maka harus dilakukan
penyiraman secara teratur disepanjang jalan angkut, tempat-tempat pemuatan,
penimbunan dan peremukan (crushing). bahkan disetiap tempat
perpindahan(transfer point) dan peremukan sebaiknya diberi bangunan penutup
serta unit pengisap debu.Untuk menghindari timbulnya getaran (ground vibration)
dan lemparan batu (fly rock) yang berlebihan sebaiknya diterapkan cara-cara
peledakan yang benar, misalnya dengan menggunakan detonator tunda (millisecond
delaydetonator) dan peledakan geometri (blasting geometry) yang tepat.Lumpur
dari penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang ke badan air (sungai, danau
atau laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam
pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan limbah (treatment plant)
terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk keperluan domestik oleh
penduduk yang bermukim disekitarnya.Segera melaksanakan cara-cara reklamasi/
rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan bekas penambangan.
Misalnya dengan meratakan daerah-daerah penimbunan tanah penutup atau bekas
penambangan yang telah ditimbunkembali (back filled areas) kemudian ditanami
vegetasi penutup (ground cover vegetation) yang nantinya dapat dikembangkan
lebih lanjut menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Sedangkan
cekungancekungan bekas penambanganyang berubah menjadi genangan-genangan air
atau kolam-kolam besar sebaiknyadapat diupayakan agar dapat dikembangkan pula
menjadi tempat budi-daya ikanatau tempat rekreasi.
referensi :
http://sahabatbiologi.blogspot.com/2012/06/analisis-mengenai-dampak-lingkungan.html
http://rinirahmiati03.blogspot.com/2012/06/dampak-pertambangan-batu-bara-terhadap.html