Minggu, 09 November 2014

lanjutan AMDAL



Kemarin pengertian amdal kali ini saya akan memberikan contoh kasus amdal pada pertambangan. Kegiatan pertambangan yaitu suatu kegiatan untuk mengambil bahan galian berharga dari lapisan bumi, Selama kurun waktu 50 tahun, konsep dasar pengolahan relatif tidak berubah, yang berubah adalah skala kegiatannya.
      Mekanisasi peralatan dan teknologi pertambangan telah menyebabkan skala pertambangan semakin besar dan ekstraksi kadar rendahpun menjadi ekonomis sehingga semakin luas dan dalam lapisan bumi yang harus digali. Ini menyebabkan kegiatan tambang menimbulkan dampak lingkungan yang besar dan penting. Dampak besar dan penting itulah yang selanjutnya dikaji didalam AMDAL.Kegiatan pertambangan selain menimbulkan dampak lingkungan, jugamenimbulkan dampak sosial kompleks. Oleh sebab itu, AMDAL suatu kegiatan pertambangan harus dapat menjawab dua tujuan pokok (World Bank, 1998),
(1).Memastikan bahwa biaya lingkungan, sosial dan kesehatan dipertimbangkandalam menentukan kelayakan ekonomi dan penentuan alternatif kegiatan yangakan dipilih.
(2).Memastikan bahwa pengendalian, pengelolaan, pemantauan sertalangkah-langkah perlindungan telah terintegrasi di dalam desain danimplementasi proyek serta rencana penutupan tambang.”
Ruang Lingkup Kegiatan Pertambangan
Di dalam AMDAL akan dikaji dampak yang ditimbulkan dari sutaukegiatan pada setiap tahapan, tahap-tahapan tersebut seperti tahap pra konstruksi,konstruksi, operasi dan pasca operasi. Didalam pertambangan tahapan-tahapan tersebut adalah:Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki tahap-tahap kegiatansebagai berikut:


•Eksplorasi
•Ekstrasi
•Pembangunan infrastuktur, jalan akses dan sumber energi
•Pembangunan kamp kerja dan kawasan pemukiman
Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang wajib untuk melakukan AMDALdapat dilihat pada Lampiran PERMEN LH NO 11 tahun 2006 tentang JenisRencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan AnalisisMengenai Dampak Lingkungan Hidup.

Dampak Penambangan Batu Bara Terhadap Kesehatan Masyarakat
Mekanisasi peralatan pertambangan telah menyebabkan skala pertambangan semakin membesar. Perkembangan teknologi pengolahanmenyebabkan ekstraksi bijih kadar rendah menjadi lebih ekonomis, sehinggasemakin luas dan dalam lapisan bumi yang harus di gali. Hal ini menyebabkankegiatan tambang menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar dan bersifat penting. US-EPA (1995) telah melakukan studi tentang pengaruhkegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia pada 66 kegiatan pertambangan. Hasil studi memperlihatkan bahwa pencemaranair permukaan dan air tanah merupakan dampak lingkungan yang sering terjadiakibat kegiatan tersebut.Frekuensi terjadinya dampak lingkungan dari 66 kegiatan pertambangan.


Catatan: Tidak termasuk pencemaran oleh emisi gas buang yang keluar darialat pengendali pencemaran udara.United Nations Environment Programme (UNEP, 1999)

menggolongkandampak-dampak yang timbul dari kegiatan pertambangan sebagai berikut:
•Kerusakan habitat dan biodiversity pada lokasi pertambangan
•Perlindungan ekosistem/habitat/biodiversity di sekitar lokasi pertambangan.
•Perubahan landskap/gangguan visual/kehilangan penggunaan lahan
•Stabilisasi site dan rehabilitasi
•Limbah tambang dan pembuangan tailing
•Kecelakaan/ terjadinya longsoran fasilitas tailing
•Peralatan yang tidak digunakan , limbah padat, limbah rumah tangga
•Emisi Udara
•Debu
•Perubahan Iklim
•Konsumsi Energi
•Pelumpuran dan perubahan aliran sungai
•Buangan air limbah dan air asam tambang
•Perubahan air tanah dan kontaminasi
•Limbah B3 dan bahan kimia
•Pengelolaan bahan kimia, keamanan, dan pemaparan bahan kimia ditempat kerja
•Kebisingan
•Radiasi
•Keselamatan dan kesehatan kerja
•Toksisitas logam berat
•Peninggalan budaya dan situs arkeologi

Kesehatan masyarakat dan pemukiman di sekitar tambangPenambangan dapat menyebabkan kecelakaan-kecelakaan yang seriusseperti kebakaran-kebakaran, ledakan-ledakan, atau lorong-lorong galian yangrubuh yang dapat menimbulkan dampak pada orang-orang yang bermukim dikomunitas sekitar tambang. Dampak dan bahaya yang mengancam kesehatanmasih juga dirasakan di tempat-tempat bekas daerah yang pernah ditambang,karena orang-orang dapat terpapar limbah tambang dan bahan-bahan kimia yangmasih melekat di tanah dan di air.1.Gangguan Kesehatan yang Dialami Pekerja TambangGangguan-gangguan kesehatan yang sering dialami oleh pekerja tambangdiantaranya :
a. Debu, tumpahan bahan kimia, asap-asap yang beracun, logam-logam berat dan radiasi dapat meracuni penambang dan menyebabkangangguan kesehatan sepanjang hidup mereka.
b. Mengangkat peralatan berat dan bekerja dengan posisi tubuh yang janggal dapat menyebabkan luka-luka pada tangan, kaki, dan punggung.
c.Penggunaan bor batu dan mesin-mesin vibrasi dapat menyebabkankerusakan pada urat syaraf serta peredaran darah, dan dapatmenimbulkan kehilangan rasa, kemudian jika ada infeksi yang sangat berbahaya seperti gangrene, bisa mengakibatkan kematian.
d.Bunyi yang keras dan konstan dari peralatan dapat menyebabkanmasalah pendengaran, termasuk kehilangan pendengaran.
e.jam kerja yang lama di bawah tanah dengan cahaya yang redup dapatmerusak penglihatan.
f. Bekerja di kondisi yang panas terik tanpa minum air yang cukup dapatmenyebabkan stres kepanasan.

Gejala-gejala dari stres kepanasan berupa pusing-pusing, lemah, dan detak jantung yang cepat, kehausanyang sangat, dan jatuh pingsan.2.Gangguan Kesehatan yang Dialami Masyarakata.Udara yang tercemar Penyakit paru-paru hitam (black lung diseases) disebabkan oleh debu batu bara yang menyumbat paru-paru, menyebabkan masalah pernapasanyang sangat serius dan permanen. Penambang-penambang batu bara bawahtanah, anak-anak dan perempuan-perempuan yang bekerja memisahkan batudari batu bara, sering mengalami penyakit paru-paru hitam ini.Debu dari pertambangan dapat membuat sulit bernapas. Jumlah debuyang banyak menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan dan membengkak.Tanda-tanda dari kerusakan paru-paru akibat terpapar debu antara lain:
•napas pendek, batuk-batuk, napas yang berdesah
•batuk-batuk yang mengeluarkan dahak kuning atau hijau (lender dari paru- paru)
•sakit leher
•kulit membiru dekat kuping atau bibir
•sakit dada
•tidak ada nafsu makan
•rasa lelah
b.Air yang tercemar

Pertambangan menggunakan air dalam jumlah yang banyak danmeninggalkan sejumlah besar limbah yang mencemari sumber-sumber air dan orang-orang yang bergantung pada pertambangan. Walaupun semuaoperasi tambang cenderung mencemari air, namun kebanyakan masalahyang paling besar datang dari kegiatan perusahaan-perusahaan besar. Air permukaan dan air tanah di lokasi-lokasi tambang dapat tercemar selama bertahun-tahun kemudian. Karena air habis digunakan, lahan dapatmengalami kekeringan dan tidak dapat digunakan untuk pertanian ataumenggembala ternak. Kerusakan jangka panjang akibat air yangterkontaminasi akan berakhir jauh lebih lama dibanding keuntunganekonomis jangka pendek yang diperoleh dari kegiatan pertambangan.
c. Lahan dan tanah menjadi rusak
Rusaknya tanah akibat kegiatan pertambangan dapat menyebabkantanah menjadi tidak subur sehingga tanaman menjadi sulit tumbuh didaerah tersebut. Hal ini dapat berdampak pada terjadinya kesulitan pangandan kelaparan.d.Masalah-masalah sosialPertambangan berdampak langsung pada kesehatan, yakni ketikaorang-orang bekerja dengan kondisi yang berbahaya dan terpapar oleh bahan-bahan kimia beracun. Di samping itu pertambangan juga berdampak pada kondisi kesehatan melalui masalah-masalah sosial yang dibawanya.Kota-kota dan perkampungan tambang terbentuk cepat, dengan sedikit atautanpa perencanaan. Hal ini biasanya menimbulkan banyak masalah. Oranglaki-laki berdatangan mencari pekerjaan di tambang, kaum perempuanyang membutuhkan penghasilan menjadi pekerja seks, dan kombinasi inidapat menjadi sumber yang dapat dengan cepat menyebarkan infeksiHIV/AIDS dan penyakit kelamin menular lainnya. Kondisi mendadak kayadan mendadak miskin yang dibawa oleh sektor pertambangan ini seringdiikuti oleh meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak,

perlakukan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemilik tambangterhadap pekerja tambang dan perkelahian untuk memperebutkan hak atassumberdaya. Banyak warga yang terpaksa meninggalkan komunitasmereka karena alasan kekerasan atau karena merasa tidak mungkin lagi bisa hidup seperti saat sebelum tambang dibuka.
Penanganan Penambangan
Untuk metoda penambangan bawah tanah (underground mining) dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup agak terbatas. Yang perlu diperhatikan dandiwaspadai adalah dampak pembuangan batuan samping (countryrock/waste) dan air berlumpur hasil penirisan tambang (mine drainage). Kecuali untuk metode ambrukan (caving method) yang dapat merusak bentang alam(landscape) atau morfologi, karena terjadinya amblesan (surfacesubsidence).Metoda penambangan bawah tanah yang dapat mengurangi timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalah penambangan dengan “auger” (auger mining),karena untuk pemberaiannya (loosening) tidak memakai bahan peledak.Untuk menekan terhamburnya debu ke udara, maka harus dilakukan penyiraman secara teratur disepanjang jalan angkut, tempat-tempat pemuatan, penimbunan dan peremukan (crushing). bahkan disetiap tempat perpindahan(transfer point) dan peremukan sebaiknya diberi bangunan penutup serta unit pengisap debu.Untuk menghindari timbulnya getaran (ground vibration) dan lemparan batu (fly rock) yang berlebihan sebaiknya diterapkan cara-cara peledakan yang benar, misalnya dengan menggunakan detonator tunda (millisecond delaydetonator) dan peledakan geometri (blasting geometry) yang tepat.Lumpur dari penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang ke badan air (sungai, danau atau laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan limbah (treatment plant) terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk keperluan domestik oleh penduduk yang bermukim disekitarnya.Segera melaksanakan cara-cara reklamasi/ rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan bekas penambangan. Misalnya dengan meratakan daerah-daerah penimbunan tanah penutup atau bekas penambangan yang telah ditimbunkembali (back filled areas) kemudian ditanami vegetasi penutup (ground cover vegetation) yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Sedangkan cekungancekungan bekas penambanganyang berubah menjadi genangan-genangan air atau kolam-kolam besar sebaiknyadapat diupayakan agar dapat dikembangkan pula menjadi tempat budi-daya ikanatau tempat rekreasi.

referensi :
http://sahabatbiologi.blogspot.com/2012/06/analisis-mengenai-dampak-lingkungan.html 
http://rinirahmiati03.blogspot.com/2012/06/dampak-pertambangan-batu-bara-terhadap.html 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar