Pengertian Etika
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata
‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai
banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang,
kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta
etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi
terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan
filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti
yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
(K.Bertens, 2000). Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan
buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia
Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu kumpulan atau set
pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari
perannya yang khusus di masyarakat #SCHEIN, E.H (1962).
Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih
baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya #HUGHES,
E.C (1963).
Profesi adalah aktivitas intelektual yang
dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak
formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang
bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan
etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide,
kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan
adanya tingkatan dalam masyarakat #DANIEL BELL (1973)
Profesi adalah "komunitas moral" yang
memiliki cita-cita dan nilai bersama #PAUL F. COMENISCH (1983).
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi
pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu #KAMUS
BESAR BAHASA INDONESIA.
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat
moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama #K. BERTENS.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan
sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk
mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula
dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab
#SITI NAFSIAH.
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud
sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian
tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku
terhadap masyarakat #DONI KOESOEMA A
Dapat disimpulkan:
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan
yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan
“profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh
seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi
karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti
bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang
oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan
dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.
Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah
yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti
menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah
profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai
suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang
rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena
hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
Pengertian Etika
Profesi
Bartens (1985) menyatakan, kode etik profesi
merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang
mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya
berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat.
Kode etik profesi merupkan produk etika terapan
karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Kode
etik profesi dapat berubah dan diubah seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, sehingga anggota kelompok profesi tidak akan
ketinggalan zaman.
Kode etik profesi merupakan hasil pengaturan
diri profesi yang bersangkutan dan ini perwujudan moral yang hakiki, yang tidak
dapat dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila
dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu
sendiri.
Kode Etik Profesi
Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip
profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban
profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode
etik profesi telah menentukan standarisasi kewajiban profesional anggota
kelompok profesi. Sehingga pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan
untuk menentukan bagaimana profesional menjalankan kewajibannya.
Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma
perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya lebih
efektif lagi apabila norma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga
memuaskan semua pihak.
Fungsi Kode Etik Profesi
Mengapa kode etik profesi
perlu dirumuskan secara tertulis? Sumaryono (1995) mengemukakan 3 alasannya yaitu
:
·
Sebagai sarana kontrol sosial
·
Sebagai pencegah campur tangan pihak lain
·
Sebagai pencegah kesalahpahaman dan konflik
Kelemahan Kode Etik Profesi :
·
Idealisme terkandung dalam kode etik profesi tidak
sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional, sehingga harapan
sangat jauh dari kenyataan. Hal ini cukup menggelitik para profesional untuk
berpaling kepada nenyataan dan menabaikan idealisme kode etik profesi. Kode
etik profesi tidak lebih dari pajangan tulisan berbingkai.
·
Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang
tidak dilengkapi dengan sanksi keras karena keberlakuannya semata-mata
berdasarkan kesadaran profesional. Rupanya kekurangan ini memberi peluang
kepada profesional yang lemah iman untuk berbuat menyimpang dari kode etik
profesinya.
Prinsip dasar di dalam etika profesi :
·
Prinsip Standar Teknis, profesi dilakukan sesuai
keahlian
·
Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai
jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
·
Prinsip Tanggungjawab, profesi melaksanakan tanggung
jawabnya sebagai profesional
·
Prinsip Kepentingan Publik, menghormati kepentingan
publik
·
Prinsip Integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung
jawab professional
·
Prinsip Objektivitas, menjaga objektivitas dalam
pemenuhan kewajiban
·
Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
·
8. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten
dengan reputasi profesi
PENGERTIAN
PROFESIONALISME
Profesionalisme (profésionalisme) ialah
sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain)
sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang
profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna
berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku,
kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).
E = Excellence =
Keunggulan
Selaku profesional, seorang Engineer, harus
bersikap terus menerus memperbaiki pengetahuannya, selalu mencari solusi yang
terbaik. Tidak boleh bergantung kepada code of practice secara membuta.
Engineer tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus pro-aktif untuk
beradaptasi dengan era globalisasi yang serba cepat ini. Engineer yang tidak
selalu pro-aktif memperbarui diri dengan pengetahuan dan teknologi baru akan
tertinggal jaman.
Dalam era globalisasi ini hanya bermodalkan
disiplin pengetahun Engineering itu sendiri tidaklah cukup, seorang Engineer
perlu melengkapi dirinya dengan pentetahuan dasar akan ilmu-ilmu sosial,
ekonomi, keuangan, humas, dan lain-lain yang terkait dengan pekerjaannya.
Pengetahuan dan keahlian mana diperlukan untuk secara efektif mengkomunikasikan
proses engineering. Untuk menganalisa, untuk berpikir secara lateral (dalam
keterkaitan dengan bidang diluar engineering) dan vertikal (dalam bidang
engineering secara mendalam), men-sintesa, memformulasikan permasalahan, dan
menyelesaikannya.
T = Trustworthy = Terpercaya
Pengetahuan Engineering merupakan pengetahuan
yang sangat khusus, tidak banyak orang yang menguasai disiplin ilmu ini.
Karenanya seorang Engineer harus mempunyai kebanggaan diri dalam merefleksikan
kepercayaan. Setiap kata dan tindakan dalam menjalankan profesi-nya harus dapat
diandalkan. Seorang Engineer wajib memberikan dan menerapkan solusi yang
terbaik yang diketahuinya. Sesama Engineer harus juga bisa saling menghormati,
saling dipercaya dan mempercayai. Serta tidak saling menjatuhkan satu sama
lain.
H = Honesty = Kejujuran
Agar dapat dipercaya seorang Engineer harus
jujur terhadap profesinya, terhadap diri sendiri, terhadap sesama Engineer dan
terhadap client-nya. Diperlukan sikap lapang dada dalam menerima saran dan
kritik dari sesama Engineer demi kemajuan bersama. Jujur dalam mengemukakan
keuntungan dan kerugian alternatif-alternatif solusi yang diajukannya.
Kejujuran merupakan pangkal dari prilaku
etikal. Kejujuran berarti mengatakan sesuatu apa adanya. Kejujuran berarti
selalu menjaga untuk tidak membohongi orang lain, baik secara sengaja ataupun
dengan bersikap diam. Contoh: Bilamana sang Engineer bahwa solusi dengan
menggunakan suatu teknik perbaikan tanah merupakan solusi yang terbaik dan
termurah, namun sang Engineer bersikap diam karena solusi tersebut berarti
pekerjaan akan jatuh ke tangan Engineer lain. Sebuah dilemma bukan? Namun,
disinilah sikap etikal itu akan sangat menentukan.
Kejujuran juga berarti bersikap adil, menerima
dan memberi apa yang menjadi hak orang lain, menerima kewajiban dan menolak
hal-hal yang tidak merupakan hak dan yang berada diluar otoritas-nya. Menerima
dan mengerjakan tugas yang memang bisa dikerjakannya, dan tidak mengerjakan
tugas yang berada diluar bidang keahliannya. Walaupun sering kali kita
ditempatkan dalam kesulitan untuk bersikap jujur sejujur-jujurnya, namun bila
kita selaku Engineer dapat menjaga dan memelihara sikap jujur tersebut, maka
pada akhirnya akan mengangkat nilai sang Engineer dan profesi Engineering itu
sendiri.
I = Integrity = Integritas
Engineer selayaknya menjunjung tinggi
integritas pribadi dan bidang keahliannya dengan berlaku tegas dan tegar
terutama sekali dalam menegakkan dan menerapkan pengetahuannya. Keputusan
seyogyanya diambil dengan juga mempertimbangkian dampak lingkungan dan tidak
semata-mata demi kepentingan pribadi dan/atau pemberi tugas. Berani menegakkan
integritasnya dengan jalan mengedepankan kepentingan umum dan menolak segala
bentuk insentif dan paksaan yang bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Keputusan hendaknya diambil dengan tidak
mengutamakan keuntungan materi, tetapi berdasarkan pertimbangan engineering dan
dampak lingkungan. Bilamana diperlukan harus dapat mengatakan: “Tidak” kepada
pemberi tugas. Tidak bersikap menjadi “Yes-man” dan tidak mengambil sikap asal
“menyenangkan” pemberi tugas. Tentunya disini diperlukan teknik penyampaian
kata TIDAK yang baik. Jelas bahwa Engineer juga memerlukan pengetahuan Human
Relation.
Integritas berarti tidak saja bersikap jujur
tapi juga berarti tahan untuk tidak bersikap korup. Engineer dengan integritas
tinggi mengerjakan dan berkata benar, sekalipun hal itu berakibat kehilangan
proyek. Tentunya cobaan untuk bersikap seperti itu sangatlah besar, semakin
besar nilai proyek semakin sulit mengambil sikap dengan integritas tinggi.
Menolak terlibat dalam proyek yang nyata-nyata diketahui berdampak negatif
namun bernilai besar merupakan cobaan yang sangat besar terhadap Integritas
sang Engineer. Namun, itulah essensi dari nilai Integritas.
Diperlukan kemampuan komunikasi yang tinggi
untuk bersikap jujur dan ber-integritas, karenapengetahuan Engineering saja
tidaklah cukup, diperlukan pengetahuan human relation dan sedikit psychology.
C = Caring = Perduli
Setiap buah karya Engineer seyogyanya juga
dilandasi dengan pemikiran yang berdasarkan keperdulian terhadap lingkungan dan
masyarakat. Berusaha agar dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat
sekecil mungkin. Dan sebaliknya agar karyanya itu bahkan berdampak positif
terhadap kehidupan. Disinilah letak keanggunan dari karya sang Engineer.
Ini berarti bersikap perduli. Bekerja tidak
hanya bermotifkan kepentingan pribadi dan kepentingan pemberi tugas tetapi juga
mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas dan lingkungan.
Perduli terhadap kepentingan rekan-rekan
se-profesi. Sikap memper-timbangkan kepentingan rekan se-profesi pada akhirnya
akan membawa dampak positif terhadap profesi engineering itu sendiri.
Abraham Lincoln berkata: Orang yang membiarkan
kesalahan berlalu dihadapannya, sama salahnya dengan orang yang membuat
kesalahan.
S = Selflessness = Tidak Egois
Tidak bersikap egois, tidak mengedepankan
kepentingan diri pribadi. Tidak bersikap seperti economic animal yang menilai
semua dari sudut kepentingan ekonomi semata.
Enam huruf ETHICS yang dijabarkan sebagai
akronim dari enam kata: Excellence, Trustworthy, Honesty, Integrity, Caring dan
Selflessness itu saling kait mengait, merupakan suatu kesatuan kode etik
prilaku yang tidak mudah dijalankan.
Bersikap etikal seringkali memerlukan sebuah
harga yang mahal, menimbulkan kerugian jangka pendek, tidak jarang membawa sang
Engineer dalam posisi berhadapan terhadap pemberi tugas, terhadap sesama rekan
seprofesi, terhadap atasan, bahkan terhadap anggota keluarga kita yang tidak
bersedia menanggung kerugian materi akibat mengedepankan etika. Tekad saja
tidaklah cukup. Tanpa tindakan, semua maksud baik tinggal maksud dan tidak
bermakna sama sekali. Diperlukan keberanian dan ketegasan untuk bertindak etis.
Walaupun ada kerugian jangka pendek, namun keberanian menegakkan
prinsip-prinsip etika pada akhirnya akan memenangkan rasa hormat rekan
seprofesi, atasan, pemberi tugas dan juga anggota keluarga sang Engineer.
Engineer tidak boleh membiarkan dirinya
dipergunakan sebagai alat dari pemberi tugas atau alat dari profesi lain,
tetapi harus memposisikan diri kita untuk menjadi pemikir, pemecah
permasalahan(problem solver), dan salah satu leader dalam masyarakat.
Refensi :
1xbet korean casino free spins no deposit bonus
BalasHapus1xbet korean casino free 1xbet spins no deposit bonus, bet 바카라사이트 1xbet korean casino free spins no deposit 샌즈카지노 bonus. 100% legal online casino with no deposit bonus